PortalIndeksCalendarGalleryFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Ikappim; Refleksi Subyektifitas Terhadap Peran Alumni

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 

Apakah IKAPPIM perlu forum diskusi seperti ini ?
Sangat Perlu
83%
 83% [ 24 ]
Perlu
14%
 14% [ 4 ]
tidak perlu
3%
 3% [ 1 ]
Total Suara : 29
 

PengirimMessage
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 18
Join date : 04.06.08
Age : 31

PostSubyek: Ikappim; Refleksi Subyektifitas Terhadap Peran Alumni   Fri Jun 06, 2008 11:01 pm

Ikappim !!!
Refleksi subyektifitas terhadap peran alumni
Oleh : Ridhwan Ibnu Asikin*

“ Peran alumni di dalam pesantren adalah seperti tulang rusuk yang akan menopang tubuh itu hingga kuat ”

Sudah hampir memasuki 2 tahun penulis meninggalkan Indonesia. Jangka waktu tersebut penulis rasakan sangatlah pendek sekali ketika harus membuka kembali lembaran lembaran kisah lama tentang Pesantren Persatuan Islam No 92 Majalengka yang telah menjadikan penulis seperti saat sekarang ini. Suka maupun duka bercampur baur menjadi satu ketika penulis share dengan para alumni PPI 92 Majalengka lainnya di sini.

Hampir setiap kali bertemu, kami selalu mengobrol dan bercerita tentang berita dan apa saja yang ada kaitannya tentang pesantren persis majalengka. Meskipun ada sebagian dari kami yang tidak “ resmi ”, tetapi kami selalu dan akan merasa bahwa kami adalah bagian dari pesantren persis 92 Majalengka. Dan saatnya kini untuk kami membangun kembali PPI 92 Majalengka.

Terus terang penulis merasakan suatu hal yang sangat berbeda sekali di bandingkan dengan alumni lainnya. Satu bukti berbedanya adalah kami di sini alumni “ minoritas ” di banding dengan pesantren persis lainnya, tetapi hal itu tidak menciutkan peranan kami di sini. bahkan alumni majalengka adalah orang orang yang menjadi bagian terpenting dari beberapa organisasi di sini. Dan itu membuktikan satu kelebihan yang tak di miliki oleh para alumni lain. Dimana para alumninya menjadi satu bagian yang terpenting untuk orang lain.

Satu hal yang perlu di catat adalah satu nilai tambah lagi buat alumni PPI 92 Majalengka yang tak pernah di dapatkan oleh alumni lainnya adalah peranan individual yang peka terhadap sosio masyarakat di sini. Dan itu di sebabkan pada faktor lingkungan PPI 92 Majalengka dulu bercampur baur dengan masyarakat. Faktor inilah yang menyebabkan para santri dan alumni lainnya bisa berkiprah dan terjun tanpa beban kepada masyarakat.

PPI 92 Majalengka dan alumni adalah dua sosok yang bisa di katakan “ antara ada dan tiada ”. kenapa di istilahkan seperti tersebut sebab dua peranan tersebut di lakukan sama orang yang berbeda zaman dan tentunya dari area berpikir pun akan sangat berbeda. Dimana keinginan anak muda dan orang tua sangatlah berbeda. Itu bisa di lihat dari dinamika, satu di antaranya adalah mahasiswa ( dibaca : Para Alumni ) sebagai insan akademis yang senantiasa selalu dinamik dalam realita apapun. Sehingga segala sesuatu yang berbau penolakan terhadap dirinya harus di hilangkan.

PPI 92 Majalengka adalah satu pesantren dari ribuan pesantren yang ada di Indonesia. Dan tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Begitu juga alumni ( Ikappim ) adalah ikatan alumnus dari ribuan alumni sekolah yang ada dimana mana, pasti mempunyai keistimewaan dan kekurangannya. Dan sejatinya, sebaik baiknya pemenang adalah mereka yang senantiasa menjadikan kelemahan jadi kekuatan untuk bisa menang. Makanya saat ini sudah seharusnya ikappim kembali bangkit dalam tataran ranah pendidikan dan masa depan pesantren sekaligus santri. Memang ini tidaklah mudah seperti membalikkan tangan, tetapi bukankah tidak ada keberhasilan setelah bersungguh sungguh.

Peranan alumni di dalam satu sekolah sangatlah penting. Dan jikalau boleh penulis katakan adalah seperti tulang rusuk sebuah jasad. Bisa di bayangkan, jika sebuah tubuh tidak mempunyai tulang rusuk maka tubuh tersebut akan lumpuh. Kenapa begitu, sebab peranan alumni di dalam sekolah sangat berarti sekali sebab para alumnilah yang akan merekonstruksi dan merekondisi sekolah di masa depan. Kemudian, pertanyaan yang muncul sekarang adalah sejauh mana peranan alumni ( ikappim ) terhadap Pesantren Persis 92 Majalengka dan sejauh mana pula tanggapan atau resfek sosial pesantren akan peran alumni selama ini ? inilah, yang kemudian menjadi permasalahan sebab pada tataran praktiknya membuktikan seperti itu. Di satu sisi, para alumni enggan berkiprah karena tidak ada tanggapan atau sambutan hangat dari pihak pesantren. Di sisi lain pesantren pula sangat membutuhkan regenerasi untuk masa depan pesantren.

Jadi sekarang permasalahannya adalah bagaimana alumni ( ikappim ) bisa berkiprah lagi dalam memajukan pesantren. Sejauh mata memandang, selama 2 tahun penulis amati maka ada 3 kesimpulan yang sedang terjadi di kubu ikappim. Pertama, buntunya program kerja sehingga tidak tahu apa yang harus di kerjakan. kedua, tidak tahu apa manfaat kedepannya sehingga membuat para alumni lainnya juga enggan dan untuk apa berbuat seperti itu. Ketiga, tidak terorganisirnya para alumni yang padahal jika kita ketahui mereka mempunyai bakat bakat yang sangat bermanfaat sekali buat pesantren masa depan.

Dari ketiga kesimpulan tersebut dapat kita runcingkan bahwa peran alumni dalam dekade 2 tahun ke belakang menemukan jalan yang buntu. Ok sekarang penulis akan mencoba memberikan solusi dan penulis harap ini bisa di jadikan suatu “ kadeudeuh ” buat semuanya. Pertama, benahi dulu bagian dalam tubuh ikappim karena jika dalamnya rusak mana mungkin bisa melangkah dan maju. Kedua, data semua alumni pesantren yang tersebar di mana mana. Karena dengan begini kita bisa mengetahui sejauh mana dan sampai dimana peran alumni yang benar benar konsisten. Ketiga, buatlah sarana untuk berkomunikasi, seperti email, website, ataupun lain sebagainya. Dan disini penulis sudah membuat satu email khusus ikappim dan santri yaitu ikappim92@yahoo.com dan juga di sini penulis sudah membuat suatu situs gratis yang bisa di lihat di http://ikappim92.co.nr dan di situs ini, baru para alumni di Mesir yang mengisi. Keempat, di sini baru kita bisa mengukur kekuatan dan mencoba untuk melangkah sedikit demi sedikit, setidaknya kita adakan acara yang bisa memberikan kesan yang indah terhadap ikappim. wallahu a’lam bish-showab.

Itu mungkin sedikit solusi yang bisa penulis ajukan, mudah mudahan bisa menjadi satu tolak ukur buat para fonggawa ikappim di Indonesia. Dan ingat bahwa di negeri orang masih ada para alumni yang siap untuk membantu. Jangan sampai komunikasi kita hilang karena jarak dan jangan sampai tali silaturrahmi kita putus karena jauhnya jarak kita.

‘Ala kulli hal, mari kita berdo’a semoga apa yang kita lakukan senantiasa selalu di jadikan sebagai amal ibadah kita oleh Allah Swt. Dan juga mari kita berdo’a semoga apa yang kita cita citakan bisa kita capai. Amien.


* Penulis adalah Mahasantri Universitas Al Azhar Fakultas Ushuluddin Cairo dan Alumni Pesantren Persis No 92 Majalengka 2005
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ikappim92.co.nr
 
Ikappim; Refleksi Subyektifitas Terhadap Peran Alumni
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Militer yang Sukses di Sepakbola
» Pengaruh Musik Pada Anak
» Membangun Saling Percaya
» Ini Manfaat Tidur Siang Buat Anak
» Tips Mengatasi Kejenuhan dengan Pasangan

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: Khazanah Ikappim :: Artikel-
Navigasi: